<-- Kembali

Naskah Lengkap Pidato Presiden Tentang RUU RAPBN 2013

Diposting oleh Administrator, Tgl 17-01-2013 & wkt 11:41:37 & dibaca Sebanyak 406 Kali        
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PADA PENYAMPAIAN KETERANGAN PEMERINTAH

ATAS

RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (RAPBN) TAHUN ANGGARAN 2013

BESERTA NOTA KEUANGANNYA

DI DEPAN RAPAT PARIPURNA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 16 Agustus 2012

 



Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,

Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,

Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-lembaga Negara,

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Mengawali pidato ini, saya mengajak hadirin sekalian, untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada malam ini kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur, di bulan Ramadhan yang mulia ini, kita dapat melanjutkan sidang Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat ini, dengan agenda pokok penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2013 beserta Nota Keuangannya.

Agenda sidang malam ini memiliki makna penting dan sangat strategis, bagi kesinambungan proses pembangunan nasional yang akan kita rencanakan di tahun 2013 mendatang. Sesuai dengan amanat konstitusi, RAPBN Tahun Anggaran 2013 beserta Nota Keuangannya merupakan wujud dari pengelolaan keuangan negara, yang dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, RAPBN Tahun 2013 kita susun dengan berpedoman pada Kerangka Ekonomi Makro, Pokok-pokok Kebijakan Fiskal, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2013, yang telah dibahas bersama Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat pada forum Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2013 beberapa waktu yang lalu.

Penyusunan RAPBN Tahun 2013 juga kita lakukan dengan mempertimbangkan secara cermat arah perkembangan kondisi ekonomi, baik domestik maupun global, dan sekaligus memperhatikan upaya pencapaian sasaran-sasaran pembangunan jangka menengah, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014. Selain itu, penyusunan RAPBN tahun 2013 juga kita lakukan dengan memperhatikan saran dan pendapat DPR-RI serta pertimbangan DPD-RI, yang telah disampaikan dalam Forum Pembicaraan Pendahuluan belum lama ini.


Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Sebelum saya menyampaikan pokok-pokok substansi Rancangan APBN Tahun Anggaran 2013, ijinkan saya untuk menyampaikan secara singkat perkembangan situasi dan kondisi ekonomi, baik global maupun domestik di tahun 2012, dan prospeknya pada tahun 2013. Perkembangan kondisi ekonomi itu, melatar-belakangi penyusunan kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal, dan berbagai besaran dalam RAPBN 2013.

Sebagaimana saya kemukakan dalam pidato kenegaraan tadi pagi, perkembangan ekonomi global dalam dua tahun terakhir ini diwarnai oleh ketidakpastian yang makin meningkat. Selagi pemulihan dari krisis dan resesi global yang terjadi pada tahun 2008 belum sepenuhnya tuntas, sejak tahun lalu, dunia kembali dilanda ancaman krisis ekonomi dan keuangan baru. Kondisi itu terutama dipicu oleh berlarut-larutnya proses penyelesaian krisis keuangan di Eropa, yang kemudian menyebarkan dampak negatif kepada negara-negara lain.

Kondisi keuangan dunia yang tidak sehat menjadi makin rumit karena dua perkembangan penting lain, yaitu: melonjaknya harga pangan dunia akhir-akhir ini, dan berlanjutnya volatilitas harga minyak bumi. Perubahan iklim yang sedang terjadi, telah menimbulkan kekeringan di sejumlah kawasan dan banjir di kawasan lain. Bencana ini telah mengakibatkan penurunan produksi sejumlah komoditi pangan penting, yang diikuti dengan kenaikan harganya. Sementara itu, harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan geopolitik, terus menunjukkan fluktuasi yang sangat tajam, sehingga mengganggu stabilitas ekonomi dan menimbulkan sentimen negatif di banyak negara.

Saudara-saudara,

Seperti kita ketahui bersama, krisis ekonomi global yang saat ini terjadi, bermula dari krisis utang pemerintah di sejumlah negara Eropa. Karena penanganan yang tidak tuntas, sekarang Eropa mengalami krisis keuangan dan ekonomi. Menurut perkiraan dasar (baseline), perekonomian Eropa pada tahun 2012 ini akan mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen. Dampak dari krisis Eropa ikut menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara dan kawasan lainnya mengalami perlambatan.

Perlambatan ekonomi, juga dirasakan oleh negara-negara berkembang di kawasan Asia, khususnya negara-negara yang ekspornya memiliki peranan besar dalam perekonomian. Ekonomi Cina dan India yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, akan melambat. Pada tahun ini, ekonomi Cina diperkirakan akan tumbuh maksimal 8,0 persen – jauh lebih rendah dari pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai belasan persen. Sedangkan India diperkirakan tumbuh sekitar 6,1 persen. Sementara itu, Amerika Serikat akan terpasung pada pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah. Sedangkan, Jepang yang tahun lalu dilanda bencana hebat, tahun 2012 ini diperkirakan mengalami stagnasi.

Dengan berbagai perkembangan yang saya kemukakan tadi, perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2012 direvisi dari proyeksi sebelumnya 4 persen menjadi 3,5 persen, dengan risiko ke bawah (downward risk) yang makin menguat. Pertumbuhan volume perdagangan dunia juga direvisi ke bawah dari perkiraan sebelumnya 4 persen menjadi 3,8 persen.

Tahun 2013 mendatang juga masih akan dibayang-bayangi ketidakpastian. Untuk pertumbuhan ekonomi dunia proyeksinya diturunkan dari 4,1 persen menjadi 3,9 persen. Demikian pula, pertumbuhan volume perdagangan dunia direvisi ke bawah dari perkiraan sebelumnya 5,6 persen menjadi hanya 5,1 persen.

Pengirim
Email
Website
wcUtJ

<-- Kembali

Sampel aja Sampel keterangan gambar aja Sampel keterangan gambar aja Sampel keterangan gambar aja teseting
Lihat Selengkapnya
Apakah informasi di website kami sudah lengkap?
Lengkap18 (69.2%)
TOTAL26

Arsip Polling Sebelumnya

Online : 1 User
Tot Hits : 21832 Hits
Hari Ini : 5
Kemarin : 30
Bulan Ini : 598
Tahun Ini : 4784
Total : 16504